create your own banner at mybannermaker.com! create your own banner at mybannermaker.com!
IP

Tampilkan postingan dengan label artikel kimia. Tampilkan semua postingan

Tampilkan postingan dengan label artikel kimia. Tampilkan semua postingan

Halogen Ajaib Berkarakter Magnet

Halogen Ajaib Berkarakter Magnet

 
Halogen merupakan kelompok unsur dalam tabel periodik kimia yang merupakan nonlogam, sering ditemui dalam bentuk anion bermuatan satu ataupun molekul dwiatom, dan merupakan agen pengoksidasi. Sesuai dengan karakternya yang merupakan nonlogam, halogen praktis tidak memiliki karakter magnet sama sekali. Namun sebuah tim riset internasional telah menemukan suatu kelompok atom terbaru: superhalogen magnetik. Kelompok atom ini memiliki kestabilan yang tidak biasa pada ukuran spesifik dan komposisi tertentu serta memiliki karakter super pengoksidasi dan magnet sekaligus yang belum pernah ditemukan sebelumnya.
Tim riset ini terdiri dari peneliti dari berbagai perguruan tinggi di dunia, seperti Virginia Commonwealth University, McNeese State University, dan Peking University in China, serta eksperimen dilakukan  di Johns Hopkins University. Struktur superhalogen ini cukup unik dimana atom metal bukan merupakan atom pusat yang dikelilingi oleh atom halogen. Superhalogen ini terdiri dari gugus metal-halogen sebagai gugus inti dan tambahan atom halogen yang mengelilinginya.

Teknologi Pelapisan Logam Secara Listrik

Teknologi Pelapisan Logam Secara Listrik

elektroplating 
Pendahuluan dan Manfaat
Prinsip dasar pelapisan logam secara listrik adalah penempatan ion logam yang ditambah elektron pada logam yang dilapisi, yang mana ion-ion logam tersebut didapat dari anoda dan eletrolit yang digunakan.
Secara eletro kimia, prosesnya dapat dilihat pada diagram sebagai berikut :
Skema Pelaksanaan Pelapisan Logam Secara Listrik

Teknologi Laser Menciptakan Bentuk Metal yang Baru

Teknologi Laser Menciptakan Bentuk Metal yang Baru

laser baru 
Para peneliti yang didanai AFOSR di Universitas Rochester menggunakan teknologi sinar laser yang akan membantu pihak militer menciptakan bentuk baru metal yang dapat memandu, menarik dan menolak cairan dan peralatan elektronik kecil yang dingin.
Dr. Chunlei Guo dan tim penelitinya dalam proyek ini menemukan suatu cara untuk mengubah sepotong metal kecil yang mengkilap kedalam sesuatu yang hitam pekat, bukan karena cat, tetapi dengan menggunakan pantulan yang sering dari sinar laser. Pembuatan metal hitam menyerap semua radiasi yang menyinari diatasnya.

Pemanfaatan Woodchips dan Bahan Non Sumber Makanan Menjadi Bahan Bakar Hidrogen

Pemanfaatan Woodchips dan Bahan Non Sumber Makanan Menjadi Bahan Bakar Hidrogen

woodchips 
Sudah tahukah anda, bahwa sel bahan bakar kendaraan yang kita gunakan untuk kebutuhan sehari-hari teryata dapat dihasilkan juga oleh enzim yang mengkonsumsi selulosa dari rumput atau woodchips (potongan kayu kecil) dan hembusan hidrogen. Peneliti di Virginia Tech, Oak Ridge National Laboratory (ORNL), dan University of Georgia telah menghasilkan gas hidrogen murni dengan daya yang cukup baik untuk sebuah sel bahan bakar dengan melakukan proses pencampuran 14 enzymes, yaitu antara lain:  satu coenzyme, cellulosic dari bahan bukan makanan, dan  air dengan temperature sekitar (32 derajat Celcius).
Dan hasilnya Grup penelitian ini mengumumkan tiga kemajuan dari “satu panci” proses: 1) sebuah novel kombinasi enzim,  2) meningkatkan laju generasi hidrogen – untuk secepat proses fermentasi hidrogen, dan 3) dan dimana kimia energi output lebih besar dari energi kimia disimpan dalam gula -  hidrogen tertinggi hasil laporan adalah dari material cellulosic. “Selain konversi energi kimia dari gula, proses juga mengubah suhu rendah menjadi energi panas berkualitas tinggi energi hidrogen – seperti Prometheus mencuri api,” kata Percival Zhang, asisten profesor dari biologi sistem rekayasa di College Pertanian dan Life Sciences di Virginia Tech.
“Hal ini menarik karena menggunakan selulosa pati yang dapat diperbaharui memperluas sumber daya yang ada untuk memproduksi hidrogen disertakan sebagai biomas,” kata Jonathan Mielenz, pemimpin dari Bioconversion Sains dan Teknologi di ORNL Group.
Para peneliti menggunakan cellulosic terisolasi dari bahan kayu chips, potongan rumput bekas dapat juga digunakan. “Jika pecahan kecil tersebut, 2 atau 3% dari biomas tahunan yang digunakan untuk produksi gula ke sel bahan bakar hidrogen digunakan untuk transportasi, maka kita bisa mencapai kebebasan transportasi untuk bahan bakar,” ujar Zhang. (Dia menambahkan bahwa 3 persen adalah angka global untuk kebutuhan transportasi. AS akan benar-benar perlu mengkonversi sekitar 10 persen dari biomassanya – yang akan menjadi 1,3 miliar ton biomassa yang akan bermanfaat).
Penelitian ini didukung oleh Air Force Office of Scientific Research; Zhang dari DuPont Profesor Young Award, dan Departemen Energi AS.
Sumber :  http://www.ccnmag.com/article/hydrogen_fuel_from_woodchips_and_other_non-food_sources

Mari membiasakan untuk minum teh !

Mari membiasakan untuk minum teh !

face_00008 
Nanopartikel emas yang dibuat dengan menggunakan zat-zat kimia yang ditemukan pada daun teh bisa digunakan untuk mengobati kanker, menurut ilmuwan di Amerika Serikat.
Kattesh Katti, Raghuraman Kannan dan rekan-rekannya di University of Missouri, Columbia, menggunakan zat-zat fitokimia (senyawa-senyawa bioaktif) dari teh Darjeeling untuk mereduksi garam-garam emas menjadi nanopartikel emas. Zat-zat fitokimia juga menstabilkan nanopartikel tersebut dan menutupinya dengan sebuah lapisan non-toksik yang kuat. Karena hanya zat-zat kimia alami yagn digunakan dalam reaksi ini, maka tidak ada produk-produk limbah toksik yang dihasilkan, sehingga menjadikannya sebagai proses hijau 100 persen, kata Katti.

Sekilas Tentang Reaktor Microchannel

Sekilas Tentang Reaktor Microchannel

microchannel_reaktor 
Teknologi proses “microchannel“, apa ya kira-kira istilah ini ?
Dalam skala laboratorium, kita dapat melakukan reaksi kontak misalnya gas dengan padatan dalam suatu reaktor berbentuk tubular berdiameter kurang dari satu sentimeter hingga ukuran mikrometer. Atau dalam teknologi katalis, kita menggunakan material pengemban (monolith), yang memiliki ratusan saluran-saluran kecil dengan dimensi seragam. Konsep reaktor microchannel kurang lebih serupa dengan kumpulan puluhan bahkan ratusan saluran mikro yang dimensi, keteraturan dan keterkaitan disetiap saluran tadi dirancang sedemikian rupa. Peningkatan proses menjadi skala pabrik sebenarnya hanyalah sekedar menambah jumlah saluran mikro.

Sel Tenaga Surya Plastik untuk Peralatan Elektronik Genggam segera hadir

Sel Tenaga Surya Plastik untuk Peralatan Elektronik Genggam segera hadir

sel-tenaga-surya 
Solarmer Energy Inc. tengah mengembangkan panel tenaga surya plastik untuk peralatan elektronik genggam menggunakan teknologi yang dikembangkan di Universitas Chicago.
Perusahaan ini tengah menyempurnakan prototype tingkat komersial akhir tahun ini ungkap Dina Lozofsky, wakil presiden dari pengembangan IP dan penerapan strategi di Solarmer. Prototype berupa sebuah panel berukuran 8 inchi persegi (50 sentimeter persegi), diharapkan untuk mencapai efisiense sebesar 8 % dan waktu penggunaan setidaknya tiga tahun.

Unsur Karbon Bukan Berasal dari Big Bang

Unsur Karbon Bukan Berasal dari Big Bang

 
Teori terbentuknya alam semesta yang saat ini dipercaya dan telah memiliki banyak bukti pendukung adalah teori ledakan besar (Big Bang). Namun pertanyaan besar masih muncul mengenai misteri terbentuknya kehidupan di Bumi setelah terjadinya Big Bang. Telah diketahui bahwa sebenarnya Big Bang tidak memproduksi karbon secara langsung. Lalu bagaimanakah unsur karbon terbentuk sehingga menghasilkan bentuk kehidupan berbasis karbon di Bumi? Pertanyaan itulah yang menjadi dasar riset tim peneliti dari North Carolina State University. Tim ini menggunakan simulasi superkomputer untuk mendemonstrasikan bagaimana karbon terbentuk di bintang untuk membuktikan sebuah teori lama.
Lebih dari 50 tahun yang lalu, seorang astronom bernama Fred Hoyle berhipotesis bahwa isotop karbon-12 (C-12) dapat terbentuk dari tiga atom helium-4 (He-4) atau partikel alfa yang bergabung di dalam inti bintang. Namun, ketiga partikel alfa itu sulit untuk berkombinasi membentuk karbon. Sehingga dari hipotesisnya tersebut, Hoyle beranggapan bahwa terbentuk isotop karbon-12 dengan keadaan energi yang berbeda sehingga memungkinkan terbentuknya karbon di dalam inti bintang. Keadaan baru ini disebut sebagai “keadaan Hoyle”. Eksperimen terakhir menunjukkan bahwa teori tersebut benar namun simulasi pembentukan karbon dari partikel alfa masih belum berhasil.

Superatom: Mengubah Atom Non-Magnet Menjadi Magnet

Superatom: Mengubah Atom Non-Magnet Menjadi Magnet

Kebanyakan atom atau unsur memiliki kecenderungan untuk membentuk molekul senyawa dengan karakteristik yang berbeda dengan unsur penyusunnya maupun unsur lain yang ada di tabel periodik. Namun beberapa unsur ditemui dapat membentuk kelompok atom yang menyerupai unsur lain di tabel periodik dengan karakter magnetik yang tidak biasa.
Suatu tim dari Virginia Commonwealth University telah menemukan suatu jenis baru superatom. Superatom ini terdiri dari atom magnesium yang termagnetisasi, meskipun magnesium alami tidak memiliki aktivitas magnetisme. Tim ini melaporkan bahwa superatom ini terbentuk dari logam pusat besi (Fe) dan 8 atom magnesium (Mg) membentuk struktur yang stabil menyerupai ikosahedral. Klaster ini membentuk semacam magnet kecil dengan sumber magnet berasal dari logam besi dan magnesium yang termagnetisasi. Kombinasi ini sesuai dengan kekuatan magnet dari satu atom Fe dengan distrbusi elektron spin tertentu yang merata di seluruh bagian klaster. Hasil riset mereka telah dipublikasikan pada Proceedings of the National Academy of Sciences.

Oksida besi dalam Kosmetik

besi-oksida-kosmetikSaat ini, saya membeli peralatan kosmetik pribadi. Bahan-bahannya mengandung oksida besi dalam berbagai warna termasuk kuning pasir, coklat kemerahan, dan coklat terang. Dapatkan Anda memberitahu saya bagaimana warna-warna ini dihasilkan dan mengapa ada banyak warna yang berbeda dari senyawa oksida besi?

Jawaban:
CATALYSTS &CHEMICALS IND.CO.,LTD bersedia menjawab pertanyaan ini.
Mengenai oksida besi
Oksida besi merupakan satu dari zat pewarna yang paling umum digunakan untuk kosmetik sejak dulu . Orang-orang menggunakan oksida besi dalam mineral alam tidak hanya untuk kosmetik, tapi juga untuk perayaan keagamaan dan perlindungan kulit. Pembuatan oksida besi sebagai zat pewarna untuk kosmetik dimulai pada tahun 1900.

Mengapa temperatur berkurang ketika kita pergi ke daerah yang lebih tinggi?

gunung-fuji-jepang 
Mengapa temperatur berkurang ketika kita pergi ke daerah permukaan bumi yang lebih tinggi meski jarak dengan matahari semakin dekat? Sebagai contoh, kenapa permukaan gunung tertinggi dilapisi dengan salju (seperti Mount Everest) meski jaraknya dengan matahari lebih pendek bila dibandingkan dengan di lembah?
Jawaban:
Dr. Kimberly Strong, yang mempelajari ilmu sains atmosfer, bersedia menjawab pertanyaan di atas:
Penjelasan paling sederhana adanya penurunan suhu dengan ketinggian adalah sebagai berikut:
Kerapatan dan tekanan atmosfer berkurang seiring dengan ketinggian. Hal ini disebabkan tekanan atmosfer tergantung pada berat atmosfer yang melapisi. Tekanan dan kerapatan berkurang secara logaritmik dengan semakin bertambahnya ketinggian, mengikuti persamaan hidrostatik. Karena pengurangan tekanan ini, pembagian udara yang naik terus bertambah dan mendingin (karena faktor ini mempengaruhi P dV di sekitar atmosfer). Kecepatan rata-rata pengurangan adalah -6.5 derajat (Kelvin atau Celcius) per km di atmosfer yang lebih rendah.
Bahkan, di ketinggian sekitar 10 km, suhu mulai meningkat lagi karena adanya lapisan ozone. Lapisan ini menyerap radiasi sinar ultraviolet yang menyebabkan adanya pemanasan.
Pengaruh suhu dengan ketinggian
Meski Mt. Everest tinggi, ketinggiannya dapat diabaikan bila dibandingkan dengan jarak antara Matahari dan Bumi, sehingga pemanasan matahari antara puncak gunung dan lembah tidak mengurangi pendinginan atmosfer yang disebutkan di atas.

Bagaimanakah lemak berubah menjadi energi?

diet-lemak 
Lemak adalah sumber utama energi untuk banyak organisme seperti halnya karbohidrat, dan nutrisi lainnya. Walaupun, struktur molekulnya sangat berbeda, secara mengejutkan katabolisme lemak sama dengan nutrisi lainnya. Dengan kata lain, beraneka ragam molekul dengan berbagai molekul akhirnya memecah menjadi karbondioksida (CO2), air (H2O), dan ATP, yang merupakan aliran energi.

Katabolisme mengikuti tiga langkah umum untuk semua jenis nutrisi termasuk lemak dan karbohidrat. Langkah pertama adalah konversi molekul kecil lemak dan karbohidrat menjadi asetil koA. Berikutnya, adalah proses oksidasi asetik koA dalam siklus asam sitrat (siklus asam trikarboksilat, atau siklus TCA) menghasilkan air, karbondioksida, dan elektron, secara berkelanjutan, asetil koA mengubah bentuknya menjadi zat antara seperti sitrat dan fumarat. Pembentukan karbon dioksida pada tahap kedua dilepaskan ke luar oleh sistem respirasi 9pernafasan) dan elektron-elektron digunakan dalam langkah terakhir, yakni sistem transpor elektron, sejumlah ATP dan air dihasilkan dengan reaksi berantai. Reaksi kimia pembentukan air secara sederhana dapat ditulis sebagai :
2H+ + 1/2 O2 + 2 e- → H2O
Kesimpulannya, tidak masalah jenis zat apapun yang dimasukkan dalam tubuh, tahap-tahap dasar yang digambarkan di atas selalu sama.
Lemak dan karbohidrat, seperti dua kereta yang berdampingan menuju satu stasiun, berubah menjadi senyawa umum, asetil koA. Namun,perbedaan antara lemak dan karbohidrat adalah pada proses pembentukan asetil koA.
Mula-mula karbohidrat mengurai menjadi glukosa atau monosakarida lainnya, kemudian berubah menjadi piruvat dan akhirnya menjadi asetil koA. Di sisi yang lain, lemak berubah menjadi asam lemak dan gliserol oleh sistem pencernaan, dan setelah itu, asetil koA dibentuk dari asam lemak melewati proses yang disebut sebagai oksidasi-β.
Karbohidrat à glukosa àpiruvat àasetil koA
Lemak à asam lemak + gliserol àasetil koA.
Rumus Kimia
Hubungan Metabolisme antara Glukosa dan asam lemak. (Atas izin Dr. Marcel Blanchaer)

Kelebihan energi dalam organisme biasanya disimpan dalam sel lemak dalam bentuk triasilgliserol. Ketika energi dibutuhkan, sebagai contoh, ketika melakukan olahraga, hormon akan memicu aktivitas lipase triasilgliserol, yang merupakan enzim yang penting dalam penguraian lemak. Lemak akan memecah menjadi asam lemak dam gliserol oleh enzim, kemudian dibawa oleh serum albumin ke dalam aliran darah untuk menuju sel di mana membutuhkan bahan bakar (sumber makanan). Di tempat sel tujuan, asam lemak masuk ke dalam mitokondria dan tiga tahap dasar (oksidasi β hingga asetil koA, siklus TCA dan transfer elektron) akan diikuti untuk menghasilkan ATP.
Secara umum dikatakan bahwa 20 menit berolahraga dibutuhkan untuk membakar lemak secara efisien. Hal ini bukanlah mitos, tapi merupakan skenario yang dipahami secara ilmiah. Konsep intinya adalah enzim membutuhkan suhu yang tepat untuk bekerja secara efisien. Dalam hal ini, lipase triasilgliserol bekerja paling baik pada suhu yang didapat setelah berolahraga selama 20 menit. Kurang dari 20 menit, maka hanya asam lemak yang mengambang di aliran darah saja yang digunakan, karenanya, setidaknya 20 menit berolahraga dibutuhkan untuk membakar lemak dalam tubuh.

Bagaimana aktivitas antimikroba sabun ?

sabun-antibakteri 
Jawaban:
Dr. Richard Bojar bersedia menjawab pertanyaan di atas.
Tergantung pada apa yang Anda maksud dengan pembersih. Menghilangkan lemak dan kotoran adalah fungsi dari kandungan sabun, yang juga memiliki aktivitas antimikroba.
Zat tambahan yang ditambahkan ada sabun obat dan pembersih adalah untuk menambah aktivitas antimikroba, dan kebanyakan, zat tambahan ini cukup efektif.Namun, meski baik untuk menghilangkan mikroorganisme yang mengotori permukaan kulit, tai juga akan menghilangkan mikroflora yang berkontribusi ada kesehatan kulit, seperti mikroflora di usus yang membuat usus tetap sehat.
Bukti-bukti yang ada menunjukkan bahwa kehilangan mikroflora cenderung tahan pada pembersihan normal, tapi terdapat resiko berbahaya pada pembersihan kulit yang berlebihan, yang akhirnya dapat merusak kulit.

Peran Ahli Kimia dalam Ilmu Kedokteran Molekuler

Perkembangan ilmu kedokteran dunia pada umumnya dan di Indonesia pad khususnya memasuki kajian dalam tingkat molekuler.
Ilmu kedokteran molekuler dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari dasar molekuler berbagai penyakit. Berbagai kajian molekuler ilmu kedokteran diantaranya adalah Stem Cell, Rekayasa genetik dan salah satu diantarannya adalah Herbal. Herbal yang merupakan produk alami banyak dikaji mekanisme molekuler dalam mengobati penyakit. Sudah menjadi rahasia umum bahwa herbal indonesia dan herbal dari negara lain sudah terbukti mampu mengobati berbagai penyakit seperti diabetes, kanker, leukimia, thalassemia dll. Hanya saja mekanisme kerja senyawa aktif maupun crude ekstrak dari herbal tersebut dalam dunia kedokteran belum banyak diketahui. Publikasi internasional tentang mekanisme molekuler herbal yang berasal dari Indonesia belum sebanyak di negara lain. Itu yang menjadi alasan mengapa herbal Indonesia yang kalah bersaing di pasaran dibandingkan dengan herbal dari Cina misalnnya.

Pandangan baru tentang materi

Sejak modernisasi kimia di akhir abad 18, kimia selalu dan dengan cepat berkembang. Karena dasar dari perkembangan ini adalah teori atom/molecular, kita dapat menyebut 200 tahun perkembangan ini sebagai era kimia molecular. Dengan terbitnya abad 21, kimia telah meraih sukses dalam meluaskan lingkup kajiannnya. Peran interaksi lemah telah dikenali, dan prosepek baru kimia supramolekular telah terbuka. Di pihak lain, kimia mempunyai peran besar untuk melestarikan lingkungan, dan kita harus mencari cara agar alam dan manusia dapat berdampingan dengan langgeng, yang dalam terminologi modern disebut masyarakat berkelanjutan sustainable societies. Banyak yang kimia dan kimiawab harus lakukan.

Mengapa tubuh kita membutuhkan unsur logam?

tubuh-manusia-logam 
Saya mendengar bahwa tubuh kita membutuhkan sedikit unsur logam. Akan tetapi, tubuh kita terutama terdiri dari senyawa organik. Mengapa tubuh kita membutuhkan unsur logam?Bagaimana unsur logam bekerja dalam tubuh kita?

Perak memercikkan sinapse mimik otak chip nano

Para peneliti di Amerika Serikat yang mempunyai tujuan untuk mengemulasikan fungsionalitas dari otak kucing telah mengembangkan suatu alat nanoskala yang sangat mudah dibuat dan canggih yang mengimitasi konektifitas neuron-neuron di otak.
Alat elektronis yang mempunyai dua terminal ini, dikenal sebagai memristor (‘memori’ + ‘resistor’), serupa dengan sinapse biologis dimana konduktansinya dapat secara tepat diganti dengan mengontrol muatan yang mengalir melalui konduktansi tersebut. Para peneliti menemukan bahwa perubahan cara mereka menempelkan ion-ion perak pada alat berbasis silikon dapat meningkatkan performa mereka.

Kemoselektifitas yang bekerja melalui aliran

Para peneliti Jepang telah menemukan suatu aliran mikroreaktor untuk mengontrol kemoselektifitas dari reaksi sintesis organis.
Kontrol kemoselektif dari reaksi organis sangat krusial bagi sintesis produk alamiah dan bidang farmasi. Metode yang ada mengenai control kemoselektif seringkali melibatkan penggunaan katalis seperti enzim dan kompleks metal, yang dapat smenyulitkan untuk mensintesis dan sering melibatkan kesulitan praktis. Sekarang ini, sebuah tim para ilmuwan yang dipimpin oleh Mahito Atobe pada Tokyo Institute of Technology, Yokohama, telah mendesain suatu reactor aliran micro yang mengontrol kemoselektifitas rekasi carbonyl allylation antara allylic halide dan aldehida.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

klik online